Islam dan Sejarah Perkembangan Ekonomi Syari’ah

Oleh; A. Muslimin

Islam adalah agama yang sempurna dan di ridhai oleh Allah Swt.[1] Islam sebagai sistem hidup dan kehidupan yang dijalani oleh khalifah-khalifahnya di muka bumi, karena prinsip utama dalam kehidupan umat manusia adalah Allah Swt. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna sesuai dengan hakikat wujud manusia dalam kehidupan di dunia sebagai khalifah, manusia di beri amanat untuk mengolah bumi demi kesejahteraan seluruh makhluk. Dengan demikian manusia mempunyai kewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungannya dengan Allah baik, kehidupan masyarakatnya harmonis serta agama, akal dan kebudayaannya terpelihara dengan baik.[2]

Agama-agama samawi yang telah diturunkan sebelum Islam telah ada dan berkembang. Islam sebagai penyempurna dari agama-agama sebelumnya memiliki syari’ah yang sangat istimewa, yakni bersifat komprehensif dan universal. Komprehensif dalam arti syari’ah Islam meliputi segala aspek kehidupan baik ritual (ibadah) maupun sosial (muamalat), sedangkan universal berarti syari’ah Islam dapat diterapkan dalam setiap waktu, keadaan dan tempat sampai kapanpun.[3] Oleh karena itu, al-Qur’an tidak membahas segala sesuatu itu dengan terperinci dan detail tentang syari’ah. Al-Qur’an hanya mengandung prinsip-prinsip umum dalam setiap masalah hukum dalam Islam, terutama yang berkaitan dengan bidang sosial. Prinsip-prinsip yang di kandung dalam al-Qur’an yang bersifat umum ini sangat sesuai dengan fitrah manusia yang bersifat dinamis.

Al-hadits sebagai sumber kedua setelah al-Qur’an dan berfungsi sebagai penjelas melalui berbagai hadits baik qauly, fi’ly maupun takriry tidak mampu menampung seluruh masalah yang timbul di kehidupan terutama berkaitan dengan muamalat karena mayoritas al-Hadits tersebut juga tidak bersifat absolut. Dengan kata lain, kedua sumber utama hukum Islam tersebut hanya memberikan prinsip-prinsip dasar sebagai pegangan manusia dalam mengarungi bahtera kehidupan. Untuk merespon perputaran dan perubahan zaman serta mengatur kehidupan duniawi manusia secara terperinci, manusia dianugerahi akal untuk berfikir .

Islam memerintahkan manusia untuk mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Sebagai hasilnya muncul ilmuwan-ilmuwan muslim diberbagai bidang, termasuk bidang ekonomi. Mereka melahirkan berbagai teori ilmu. Konstribusi umat Islam sangat besar terhadap keberlangsungan dan perkembangan pemikiran ekonomi. Sejalan dengan ajaran Islam tentang pemberdayaan akal dengan tetap berpegang kepada al-Qur’an dan al-Hadits, konsep dan teori ekonomi dalam Islam pada hakikatnya merupakan respon para cendekiawan Muslim terhadap berbagai tantangan ekonomi pada waktu-waktu tertentu, berarti pemikiran ekonomi Islam seusia Islam itu sendiri.

       [1] Firman Allah :

… اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم الإسلام دينا …

“…Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu…”. (QS : al-Maidah : 3). (Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Jakarta : CV. Darus Sunnah, 2007), h. 108

       [2] M. Quraish Syihab, Membumikan al-Qur’an : Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung : Mizan, 1994), cet. Ke-XIV, h. 166

       [3] M. Syafi’i Antonio, Bank Syari’ah : Bagi Bankir dan Praktisi Keuangan, (Jakarta : Bank Indonesia dan Tazkia Institut, 1999), cet. Ke-I, h. 38

Advertisements